f-Sam/Linggau Pos
Kontrakan Ludes Terbakar
CURUP - Rumah milik Sugiono (63), yang menjabat sebagai Ketua Rukun Warga (RW) 02 berada di RT 04 Jalan Kirta Kencana, Kelurahan Banyumas, Kecamatan Curup Tengah, ludes terbakar. Peristiwa itu terjadi Senin (11/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Rumah yang sekaligus dijadikan tempat kontrakan pelajar dihuni kosan panik ketika api tiba-tiba muncul dari atas bangunan berlantai dua. Padahal kondisi pada malam itu sedikit gerimis.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi sedikitnya 4 ruangan yang dikontrakan hangus terbakar. Dan dua rumah warga yang berada di sebelahnya juga terbakar. Bukan hanya itu, pemilik rumah mengalami luka engsel pada tangan karena terjatuh setelah berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Dalam hitungan detik, api yang muncul dari atas bangunan lantai dua langsung merambat hingga kebawah bangunan.
Dari data berhasil dihimpun koran ini menceritakan, api yang diduga berasal dari konsleting listrik berasal dari dua ruangan di lantai atas yang dikontrakkan korban kepada dua pelajar diketahui bernama Rudi Hartono (16), siswa SMPN 1 Merigi dan Merdansah (18), siswa SMAN 1 Curup Tengah, yang saat kejadian sedang tidak berada di dalam rumah.
Sumber api diduga berasal dari aliran listrik karena diduga ada solder listrik tidak sempat dicabut usai digunakan. Mengetahui hal itu dari warga yang berteriak kebakaran, Sugiono langsung naik ke lantai atas untuk mengecek kondisi api. Hanya saja api sudah mulai tidak bisa dikendalikan korban. Bahkan untuk menyelamatkan diri dari api saat berada di ruangan atas, Sugiono nekat terjun ke lantai bawah hingga ia mengalami cedera lengan karena terkilir.
Dua buah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Rejang Lebong langsung dikerahkan ke lokasi kebakaran. alhasil kelang sekitar setengah jam api berhasil api dapat dijinakkan. Namun beberapa rumah milik warga yang berselahan untuk proses percepatan pemadaman terpaksa dirusak untuk pengevakuasian dan sebagian ikut terbakar yakni rumah milik Yatmi (65) dan Sitomorang (54) mengalami rusak ringan.
Akibat kebakaran itu kerugian ditaksir hingga Rp 50 juta karena hampir seluruh barang dalam ruangan yang hangus terbakar tidak dapat diselamatkan. Menurut keterangan isteri korban Jumiati (59) mengatakan saat kejadian berlangsung korban sudah tertidur. “Saya terbangun dan bingung ketika orang didepanberteriak melihat api diatas atap karena ramai akhirnya kami keluar dan api sudah berada diatas bangunan,” tuturnya.
Ia juga mengaku api yang diduga dari bangunan yang ditunggu dua pelajar yang ngekos di tinggal penghuninya keluar. “Memang kedua anak sekolah yang ngekos keluar sejak habis Magrib,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong H Suherman, Ketua TP PKK Rejang Lebong Hj Susilawati, serta pejabat Dinas Sosial dan Bagian Kesra Setda Rejang Lebong langsung memberikan bantuan sembako, family kid, alat rumah tangga dan uang kepada korban kebakaran.
Bupati berharap, dengan musibah ini dijadikan ujian bagi korban serta tidak membuat sebuah keluarga saling menyalahkan satu sama lain. “Serta berusaha menjalankan cobaan ini dengan lapang dada,” pesan Suherman mengingatkan musibah yang baru saja terjadi menjadi perhatian bagi warga lainnya agar memerhatikan kondisi peralatan yang ada di rumah sebelum meninggalkan rumah.
“Sebelum meninggalkan rumah tolong dicek barang-barang yang bisa menimbulkan api. Saya juga ikut prihatin atas kejadian musibah baru saja terjadi dan mudah-mudahan tidak terulang lagi,” ungkap Suherman.(09)

0 komentar